Perangkat Lunak Komputer





Perangkat lunak atau peranti lunak (bahasa Inggris: software) adalah istilah khusus untuk data yang diformat, dan disimpan secara digital, termasuk program komputer, dokumentasinya, dan berbagai informasi yang bisa dibaca, dan ditulis oleh komputer. Dengan kata lain, software merupakan bagian sistem komputer yang tidak berwujud. 

Perangkat Lunak Komputer


 Pembuatan perangkat lunak itu sendiri memerlukan "bahasa pemrograman" yang ditulis oleh seorang programer untuk selanjutnya dikompilasi dengan aplikasi kompiler sehingga menjadi kode yang bisa dikenali oleh mesin hardware. 

Perangkat lunak seperti Windows atau Linux bisa disebut sebagai nyawa dari komputer, di mana tanpa diinstal sistem operasi tersebut maka komputer tidak dapat dijalankan. Perangkat lunak sistem operasi biasanya tersimpan di Partisi C sehingga saat komputer mengalami masalah, Partisi C yang terkena imbas. 


Jenis Perangkat Lunak 

Ada 3 jenis perangkat lunak, yaitu sebagai berikut: 
  • Perangkat lunak sistem operasi (operation system), yaitu program yang ditulis untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan kegiatan sistem komputer. Contoh perangkat lunak sistem operasi, yaitu Windows, UNIX, LINUX, dan VMS. 
  • Perangkat lunak bahasa (language software), yaitu program yang digunakan untuk menerjemahkan instruksi-instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin agar dimengerti oleh komputer. Contoh perangkat lunak bahasa, yaitu Visual Basic, Delphi, dan C++. 
  • Perangkat lunak paket (package software), yaitu perangkat lunak yang dibuat oleh software house yang berguna untuk menyelesaikan pekerjaan yang bersifat umum atau standar.Contoh perangkat lunak paket, yaitu Ms Word yang digunakan untuk membuat suatu dokumen dan Ms Excel yang digunakan untuk mengolah berupa angka-angka atau grafik. 

Fungsi Perangkat Lunak 

Dalam peran yang penting dalam berjalannya sistem komputer, tentu memiliki fungsi-fungsi khusus yang dimiliki software. Fungsi-fungsi software tersebut antara lain sebagai berikut: 
  • Software menyediakan fungsi dasar untuk kebutuhan komputer yang dapat dibagi menjadi system operasi atau system pendukung 
  • Software sebagai penghubung antara software software yang lain dengan hardware 
  • Software berfungsi dalam mengatur berbagai hardware untuk bekerja secara bersama-sama 
  • Sebagai penerjemah terhadap software-software lain dalam setiap instruksi-instruksi kedalam bahasa mesin sehingga dapat diterima oleh hardware 
  • Mengidentifikasi program 





Macam-macam Perangkat Lunak 

1. Perangkat Lunak Berdasarkan Sumber 

a. Close Source 

Close source adalah software yang source codenya tidak dibuka untuk umum. Sang pemilik code yang close source bisa membagi source codenya melalui lisensi, entah dengan gratis maupun membayar. Meskipun gratis, lisensi tertentu bisa membuat sebuah software tidak sepenuhnya open source. Misalnya jika di lisensi tersebut ada larangan untuk memodifikasi code, maka software ini tidak open source. 

Berikut ini adalah beberapa contoh software yang bersifat close source

Perangkat Lunak Close Sourse
Perangkat Lunak Sumber Tertutup

Bahasa Pemrograman
Banyak bahasa pemrograman yang memiliki lisensi close source, contohnya ASP.Net, Pascal, Visual Basic

Web Browser
Untuk browser dengan close source adalah Internet Explorer yang digunakan oleh Microsoft dalam sistem operasi Windows

Aplikasi
Banyak aplikasi yang menggunakan lisensi close source atau kode tertutup contohnya adalah CodelDraw, Adobe Photoshop, Adobe Acrobat, Adobe Ilustrator

Aplikasi Perkantoran
Untuk aplikasi perkantoran yang menggunakan close source adalah salah satunya Microsoft Office yang sangat populer digunakan dalam perkantoran

Anti Virus
Beberapa antivirus juga menggunakan close source untuk mengamankan dari serangan program jahat, contohnya adalah Norton dan McAfee.

b. Open Source 

Open source adalah perangkat lunak dimana kode program terbuka dan disediakan oleh pengembangnya secara umum agar dapat dipelajari, diubah atau dikembangkan lebih lanjut dan disebar luaskan. Jika ada pembuat perangkat lunak yang tidak mengizinkan kode programnya diubah atau dimodifikasi, maka bukanlah disebut sebagai open source walaupun kode program dari perangkat lunak tersebut tersedia. 

Perangkat Lunak Open Sourse
Perangkat Lunak Sumber Terbuka
Open source (kode program terbuka) dipopulerkan tahun 1998. Sejarah perangkat lunak open source lahir sejak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas Amerika seperti Stanford, Berkeley, Carnegie Mellon, dan MIT pada tahun 1960-an dan 1970an.Sistem operasi open source dinggap menguntungkan, khususnya oleh para pengguna open source. Beberapa keuntungan dan kerugian dari open source : 

Keuntungan:
  • Banyak tenaga (SDM) yang berperan mengerjakan proyek 
  • Kesalahan (bugs, error) lebih cepat ditemukan dan diperbaiki 
  • Kualitas hasil lebih terjamin karena komunitas melakukan evaluasi 
  • Lebih aman 
  • Hemat biaya 
  • Tidak mengulangi development 

Kekurangan: 
  • Kurangnya SDM yang dapat memanfaatkan open source 
  • Tidak adanya proteksi terhadap HAKI 

Contoh Sistem operasi yang termasuk Open Source adalah:
  • Linux: Ubuntu, Red Hat, Mandriva, CentOS, Fedora, Blankon, OpenSUSE, Clear OS 
  • Open BSD dan Free BSD
  • Open Solaris dan Solaris 
  • Android 





2. Perangkat Lunak Berdasarkan Lisensi 

a. Freeware 

Freeware adalah perangkat lunak gratis yang dapat digunakan tanpa dengan batasan waktu. Freeware umumnya disumbangkan kepada komunitas-komunitas, namun memiliki hak sebagai pengembang dan pengontrol dalam pengembangan aplikasi selanjutnya. Freeware akan memberikan source kode (kode sumbernya) jika pengembang aplikasi berhenti mengembang produk freeware kepada pengembang lain atau mengumumkan freeware tersebut bebas untuk dikembangkan secara bersama-sama. 

Contoh : Photoscape, smadav, winamp, ccleane, OpenOffice.org Writer, tag scanner, zone alarm free firewall, irfanview, avira, opera. 

b. Shareware 

Shareware adalah perangkat lunak uji coba yang diberikan secara gratis dengan keterbatasan fitur-fitur tertentu seperti ketersediaan, fungsi, dan kenyamanan yang tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Shareware merupakan perangkat lunak uji coba yang bertujuan untuk memperkenalkan perangkat lunak tersebut dan sebagai strategi marketing pengembangan aplikasi Shareware. Shareware disebut juga dengan Trialware. 

Contoh: Winrar, idm, microsoft office, coral draw, style xp, nero, real player mtuner, splitter movie, winzip, mirc. 

c. Commercial Software 

Commercial Software adalah perangkat lunak untuk tujuan komersil yang dapat dibeli kepada distributor, pengembang software, atau kepada rekan pengembang software. Pengguna yang membeli software tersebut tidak dapat menyebarluaskan atau membagikan ulang software secara bebas dan tanpa ijin penerbitnya akan di-ilegalkan. 

Contoh software berbayar (commercial software) adalah Corel Draw, Adobe Photoshop, Microsoft Windows 7, Microsoft Visual Basic NET. 

Commercial Software dilindungi Undang-Undang Hak Cipta. 


3. Perangkat Lunak Berdasarkan Perangkat 

A. Desktop 

Komputer meja (bahasa Inggrisnya desktop computer atau cukup desktop saja) adalah komputer pribadi yang ditujukan untuk penggunaan secara umum di satu lokasi yang berlawanan dengan komputer jinjing atau komputer portabel. Periferal-periferal komputer meja seperti tampilan komputer, CPU, dan papan ketik terpisah satu sama lain dan relatif berukuran besar (juga berlawanan dengan periferal pada komputer jinjing yang terintegrasi dan berukuran kecil). 

Komputer Desktop
Komputer Desktop
Komputer jenis ini dirancang untuk diletakkan dan digunakan di atas meja di rumah atau kantor. Komputer meja merupakan komputer yang paling terjangkau dan paling umum digunakan. 

Komputer desktop atau juga dikenal Perangkat Desktop adalah sejenis komputer pribadi yang dirancang untuk penggunaan biasa dan ditempatkan pada lokasi yang tunggal atau ditempatkan pada meja yang sesuai ukuran dan kebutuhan daya komputer itu sendiri. 





B. Mobile Computing 

Pengertian mobile computing adalah kemampuan teknologi untuk menghadapi perpindahan/ pergerakan manusia dalam penggunaan komputer secara praktis. 

Perangkat Mobile
Mobile Computing
Beberapa pengertian tentang mobile computing di antaranya: 

  • Mobile computing merupakan paradigma baru dari teknologi yang mampu melakukan komunikasi. walaupun user melakukan perpindahan. 
  • Merupakan kemajuan teknologi komputer, sering disebut sebagai mobile computer (portable computer) yang dapat berkomunikasi dengan jaringan tanpa kabel (nirkabel). 
  • Merupakan sekumpulan peralatan (hardware), data, dan perangkat lunak aplikasi yang mobilisasi/berpindah lokasi. 
  • Merupakan kelas tertentu dari system terdistribusi dimana beberapa node dapat melepaskan diri dari operasi terdistirbusi, bergerak bebas, dan melakukan koneksi kembali pada jaringan yang berbeda. 
Dari definisi di atas kita dapat memahami mengapa kita membutuhkan mobile computing. Kata kuncinya adalah kita manusia dinamis yang senantiasa bergerak dan berkembang dari satu keadaan ke keadaan yang lain. Sehingga membutuhkan suatu device yang mampu mengikuti pergerakan kita. 

Jenis Mobile Computing : 
  • Laptop 
  • Wearable computer 
  • PDA 
  • Smart phone 
  • Carputer 
  • UMPC 

Kelebihan Mobile Computing: 

1. Mobilitas 
Anda tidak perlu mengikat diri ke tempat tertentu. Anda dapat melakukan pekerjaan Anda saat duduk di mobil atau kereta api. Anda dapat berkomunikasi dengan orang lain sambil duduk di mana saja di dunia. Anda dapat chatting online dengan teman-teman Anda dan anggota keluarga sambil duduk di pantai. Anda dapat melakukan pekerjaan kantor Anda sambil duduk di mana saja. 

2. Keefektifan 
Dengan menggunakan mobile computing, lebih banyak pekerjaan dapat diselesaikan karena fleksibilitas dalam hal tempat bekerja 

Kekurangan Mobile Computing:

a. Rendahnya jaringan bandwidth 

Pengguna mobile dapat terhubung ke jaringan nirkabel melalui berbagai jaringan komunikasi termasuk radio nirkabel, wireless Local Area Network (LAN), nirkabel selular, satelit, dll. 

Setiap jaringan nirkabel menyediakan kapasitas bandwidth yang berbeda, namun bandwidth nirkabel ini terlalu kecil dibandingkan dengan jaringan tetap seperti ATM (Asynchronous Transfer Mode) yang dapat memberikan kecepatan hingga 155 Mbps. 


b. Biaya komunikasi asimetrik 

Kapasitas bandwidth yang berbeda antara hilir komunikasi dan komunikasi upstream telah menciptakan sebuah lingkungan baru yang disebut Lingkungan Komunikasi asimetrik. Bahkan, ada dua situasi yang dapat mengakibatkan komunikasi asimetri, Salah satunya adalah karena kemampuan perangkat fisik. Misalnya, server memiliki pemancar siaran kuat, sedangkan klien mobile memiliki kemampuan transmisi kecil. Yang lain adalah karena pola aliran informasi dalam aplikasi. Misalnya, dalam situasi dimana jumlah server jauh lebih sedikit daripada jumlah klien, itu adalah asimetris karena ada tidak kapasitas yang cukup untuk menangani permintaan simultan dari beberapa klien. 


c. Koneksi yang lemah pengguna 

Mobile sering terputus dari jaringan. Hal ini mungkin terjadi karena beberapa alasan, termasuk kegagalan sinyal, jangkauan sinyal yang kurang luas, area blank spot, dan penghematan daya. Tetapi hal ini juga bisa menguntungkan karena modus aktif membutuhkan seribu kali power lebih besar daripada perangkat dalam kondisi standby atau mode sleep. Sinyal radio nirkabel mungkin juga akan melemah karena jarak yang jauh dari sumber sinyal dimana pengguna bergerak. 


d. Konsumsi tenaga 

Mobile computing sangat bergantung pada daya tahan baterai. 





C. Cloud Computing. 

Cloud computing mungkin masih samar terdengar bagi orang awam. Tetapi keberadaan cloud computing di era digital kini sebenarnya telah terasa di tengah masyarakat dalam kehidupan sehari hari seperti penggunaan email dan juga media sosial. 

Cloude Computing
Cloud Computing
Secara umum, definisi cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing. 

Teknologi komputer berbasis sistem Cloud ini merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet.


Manfaat Cloud Computing: 

1. Semua Data Tersimpan di Server Secara Terpusat 

Salah satu keunggulan teknologi cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing itu sendiri. Selain itu, pengguna juga tak perlu repot-repot lagi menyediakan infrastruktur seperti data center, media penyimpanan/storage dan lain-lain karena semua telah tersedia secara virtual. 


2. Keamanan Data 

Keamanan data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dan lain-lain.


3. Fleksibilitas dan Skalabilitas yang Tinggi 

Teknologi Cloud menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan di mana pun kita berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk. 


4. Investasi Jangka Panjang 

Penghematan biaya akan pembelian inventaris seperti infrastruktur, hardisk, dan lain-lain akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti atas lisensi software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat komputasi berbasis Cloud. 

Penerapan Cloud Computing telah dilakukan oleh beberapa perusahaan IT ternama dunia seperti Google lewat aplikasi Google Drive, IBM lewat Blue Cord Initiative, Microsoft melalui sistem operasi nya yang berbasis Cloud Computing, Windows Azure dsb. 

Di kancah nasional sendiri penerapan teknologi Cloud juga dapat dilihat melalui penggunaan Point of Sale/program kasir. 

Hal yang menarik tentang Cloud Computing dibanding dengar Server Konvensional di antaranya: 
  • Secara fisik berupa kumpulan hardware / server yang tersambung dalam sebuah jaringan (LAN / WAN) tetapi dari sisi pengguna dapat melihat sebagai sebuah komputer besar. 
  • Tidak ada batasan dengan kapasitas processor, kapasitas harddisk dan kapasitas memory. 
  • Tidak ada batasan dengan berapa jumlah “hosting” server yang berjalan di belakangnya. 
  • Menambahkan sebuah “hosting” hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. 
  • Jika ada kekurangan resource (sumber daya), baik itu processor, harddisk maupun memory, kita dapat dengan mudah sekali menambahkan server tambahan dan langsung dapat berintegrasi ke jaringan cloud. 

Beberapa contoh konsep Cloud Computing 

Cloud computing sebenarnya bukanlah hal yang baru, sebenarnya kita sudah menggunakan konsepnya namun belum berkembang sampai saat ini. Berikut contoh penggunaan konsep pembuatan kerangka kerja komputasi secara online : 

  • Sebuah portal internet yang memiliki berbagai fasilitas layanan umum (aplikasi) mulai dari surat elektronik (email), forum diskusi) sampai dengan penyimpanan dokumen dengan media penyimpanan yang sangat luas sampai pada mekanisme berbagi dokumen (seperti 4shared, indowebster, mediafire dll), layanan blog dsb. Kesemuanya disediakan dalam sebuah tempat. 
  • Layanan Software as a Service atau SaaS dari berbagai vendor teknologi informasi terkemuka mulai dari layanan pemindaian virus secara online hingga layanan pemindaian spam, dsb. 
  • Artikel pada blog ini secara sederhana dapat dikatakan sebagai layanan Cloud computing di mana anda dapat mengakses dan mempergunakan secara bersamaan. 
  • Aplikasi Point of Sale atau POS pada kasir pasar swalayan dengan metode Terminal Service juga dapat dikategorikan dasar-dasar Cloud Computing. 


Cloud computing dapat berkembang disebabkan oleh segi “kemudahan” penggunaan diana pengguna akhir dengan “cukup relatif” mudah menggunakan media LAN atau Internet melalui browser untuk mengakses dan berkolaborasi secara bersamaan tanpa melalui proses yang “cukup” rumit. 

Cloud Computing tidak harus menggunakan Internet publik. Teknologi ini dapat dioperasikan di LAN di IntraNet. Cloud Computing di infrastruktur Internet biasa disebut public cloud. Cloud Computing di LAN / IntraNet biasa di sebut private cloud. 

Demikian artikel singkat tentang Perangkat Lunak Komputer atau Software Komputer, semoga bermanfaat.

Terimakasih sudah mampir ke blog Pakar Tutorial di www.bosstutorial.com




Previous
« Prev Post

Artikel Menarik Lainnya

Perangkat Lunak Komputer
4/ 5
Oleh

Post a comment